Kamis, 12 April 2012

"nelur aja sendiri..."



Wajah sang Istri berseri, lalu ia dekati suaminya yg siap pergi.

"Mas, nanti pulangnya jgn malam2 ya, adek siapkan makanan kesukaan mas."

"Benarkah ?" dgn antusias sang suami merespon. Dan istrinya mengangguk.,mengiyakan sambil tersenyum. sunggingan senyum itu merupakan harapan untuk mengembalikan suasana awal pernikahan mereka dulu. Suami istri itu, terutama sang istri , menginginkan saat saat sebelum anak2 mereka lahir satu persatu.

"Kalau sudah selesai langsung pulang. adek nunggu dirumah, kita makan bareng."

"Insya Allah."

Sang suami berangkat dgn dilepas sang istri. Lambaian tangan dan sepotong senyuman mengukir wajah wajah mereka. Ketika hari merangkak petang, sang istri tlah selesai menyiapkan hidangan. Ia tata dgn semenarik mungkin. Kini ia tinggal berdandan untuk menyambut suaminya pulang. Ternyata sampai larut malam, sang suami blm juga pulang. Dengan kekesalannya sang istri merebahkan tubuhnya disofa. Namun, tak lama kemudian ia tertidur.

Ia terbangun ketika tangan suaminya menyentuh wajahnya. Permohonan maaf suaminya, ditanggapinya dgn acuh, yg menandakan ia marah,

"Sudah makan dek ?" Tanya sang suami

"makan aja situ sendiri !"

Sang suami tau istrinya marah. Namun, ia tetap bersikap tenang. Ia menuju meja makan.

"ayo makan bareng."

"makan aja situ sendiri !"

"Mmh, lauknya mana nih ?" Tanya suami pura2 tidak tau

"cari aja situ sendiri !"

Sang suamipun makan, Tengah malam Sang istri terbangun. Ia merasakan perutnya merintih sakit. Buru2 ia menuju meja makan.

"mas, telurnya mana ?kok habis !"

"nelur aja situ sendiri !" mereka pun tak jadi marahan. Mereka tertawa.

Kisah ini sudah lama saya dapatkan dari seoramg teman saya. Sampai sekarang masih saya mengingatnya. Menurut beliau itu kisah nyata. Dari kisah tersebut saya mengambil ibrah. Bagaimana ditengah situasi yg semestinya ditanggapi dgn ketegangan kita mampu meredam diri, bahkan melempar joke joke segar. Letupan letupan emosional bukan sesuatu yg kita nihilkan dlm keluarga kita. Tentu itu. Pada saat saat tertentu ghadhab atau marah bisa saja muncul, terlebih ketika emosi kita sangat labil. Strategi menahan diri dan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan ketenangan adlh pilihan terbaik.

Jika pasangan kalian tengah mengalami letupan emosional, bersikaplah wajar. Cobalah untuk memahaminya. Dan jgn sekali kali menyerangnya dlm situasi demikian. Yakinlah bahwa cara demikian tidak cukup membantu. ^_^
Insya Allah,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar