Minggu, 15 April 2012

Sudahkah Anda bersyukur Hari ini,,,???

Sudahkan anda bersyukur hari ini?
atau sudah berapa kalikah anda bersyukur hari ini??

tak pelu menunggu kaya tuk bersyukur, tak perlu menanti pangkat jabatan naik atau tak perlu menunggu memperoleh rizeky yang demikian melimpah tu kita bersyukur Kepada-Nya..

setiap detik dalam hidup ini terdapat berjuta alasan bagi kita tuk mengucap syukur atas segala nikmat-Nya, begitu banyak nikmat yang tak tersadari oleh kita, begitu banyak anugrah dan rahmat yang selalu di berikan-Nya pada jasmani dan rohani ini. Bahkan bagi mereka yang sungguh beriman syukur tak hanya ketika mereka terselimuti akan nikmat, saat mereka di rundung duka dan musibah pun mereka tak luput dari syukur dan senantiasa berhusnudzon kepada Tuhan nya, mereka yakin bahwasanya ujian adalah bentuk lain dari kasih sayang Rabb nya kepada hambanya yuang beriman dan insya Allah selalu tersimpan hikmah yang manis dibalik musibah serta uijan tersebut terlebih bila kita ikhlas dalam sabar dan syukur menjalaninya. Insya ALLAH..

Beberapa manfaat akan Bersukur :
1. Membuat orang miskin menjadi kaya 
Banyak orang yang terkadang merasa tidak puas dengan apa yang diraihnya, bahkan mereka masih merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang miskin, padahal asal semuanya tahu, kalau kita tak pernah sedikitpun merasa bersyukur, dan puas, ujung-ujungnya akan berusaha untuk mendapatkan kekayaan itu, dan selalu banting tulang untuk mendapatkan kekayaan itu (Bersyukur bukan berarti mengajarkan untuk malas). Mereka yang sudah mendpatkan pekerjaan sebagai buruh dengan gaji sesuai upah UMR saja selalu menganggap dirinya miskin, andai dia sadar dan paham, masih banyak orang yang tak lebih dari dia, bahkan menjadi gelandangan di kolong jembatan dan tak punya tempat tinggal, bisakah kita menjadi orang kaya sebagai buruh? Jawabannya sudah pasti ya! kita cukup merasa bersyukur dan berfikir kalau masih banyak yang lebih tak seberuntung kita, tetapi seiring dengan rasa syukur kita boleh sambil berusaha untuk mendapatkan yang lebih dari sebelumnya. Otomatis dari miskin kita bisa jadi kaya bukan???

2. Memberikan ketentraman jiwa 
Tentu saja rasa bersyukur ini bisa membuat kita hatinya tentram terus menerus, tanpa dirundungi beberapa keingnan yang belum mampu kita bisa meraihnya, banyak orang yang tak merasa kalau mereka sudah mempunyai TV ingin sebuah Mobil, sudah punya Mobil ingin Rumah mewah dan seterusnya, lalu sampai kapan kita harus begitu? sampai kita memiliki harta seperempat bumi?. maka dari itu bersyukurlah atas apa yang telah diberikan Allah kepada kita, bagaimana kalau keinginan kita tidak terpenuhi? pasti berujung pada penderitaan . Syukur bisa mententramkan pikiran dan jiwa kita tentunya.

3. Memberikan semangat plus 
Kita pasti pernah merasakan yang namanya patah semanagat, gagal mendapatkan sesuatu yang begitu kita inginkan, sebagai contoh kita kalah pada pertandingan bulutangkis, umum sekali rasa kecewa hinggap pada diri kita apabila kasusnya seperti itu. Jangan selalu menganggap kekalahan sebagai kekecewaan, coba lebih berfikir positif, kita bersyukur saja pada Allah masih diberi kekalahan, mungkin Allah punya rencana lain dan memberikan kemenangan di hari yang lain, pasti kta akan tetap bisa tersenyum walaupun kalah bertanding, apa enak memasang muka lesu sehabis kalah? apakah tersenyum bahagia dengan rasa syukur itu haram? tidak bukan , ambil sajalah nikmatnya, dan jadikan kekalahan jadi sebuah motivasi dan semangat plus

4. Menemukan jati diri kita 
Bagi kita yang kadang merasa jatidiri kita lemah, tak dianggap oleh oranglain, teman, selalu diledeki dan sebagainya apakah membuat kalian terus kepikiran? merasa segalanya kurang? anda bukan siapa-siapa? lalu anda mencoba untuk mengatasinya tetapi selalu gagal? apa sebabnya? sebabnya hanya satu, yaitu anda kurang bersyukur dengan kedudukan anda apa adanya, kurang menghargai diri anda sendiri, terlalu mengharap pengakuan orang lain, sebetulnya pengakuan itu akan datang sendiri dari orang lain tanpa anda susah payah berkorban berlebihan, anda bisa bersykur, bersyukurlah pada Allah bahwa anda adalah mahkluk sempurna yaitu manusia yang diciptakan Allah tanpa ada bedanya satu sama lain, jadi anda teruslah bersyukur, bahwa jatidiri atau kedudukan anda adalah sama di mata Allah, hanya iman dan taqwa yang membedakan.

5. Menambah Rizeki & Nikmat-NYA
Sudah disampaikan dengan dengan Jelas didalam al-qur'an n hadist, bahwasanya barang siapa yang bersyukur maka Allah SWT akan menambahkan nikmat dan barang siapa yang kufur nikmat maka sesungguhnya siksa Allah sangatlah pedih. Rasa syukur juga akak mendekatkan hati kita tuk snantiasa ingat bahwasanya kita tidak memiliki apa-apa, semua adalah milik-NYA semata sehingga akan menjauhkan kita dari sifat cinta akan dunia yang berlebihan

Semoga Bermanfaat,,,

Kamis, 12 April 2012

"Life Is Like In A Boat.."



terkadang gelombang menerjang, karang terjal menanti

topan menyapa n badai menghempas..

ada kalanya berlabuh sejenak dalam penantian n harap hingga serasa putus dalam asa,

ada kalanya mengangkat sauh tuk menaklukan badai demi seekor ikan teri..

tak selamanya laut tak bersahabat..

karena dalam yakin, mentari yang cerah sungguh menanti dibalik gugusan badai..

namun kita masing2 adalah nahkoda dalam bahtera itu..
pertanyaannya, hendak kau arahkan kemana layarmu dalam samudra kehidupan ini???

"nelur aja sendiri..."



Wajah sang Istri berseri, lalu ia dekati suaminya yg siap pergi.

"Mas, nanti pulangnya jgn malam2 ya, adek siapkan makanan kesukaan mas."

"Benarkah ?" dgn antusias sang suami merespon. Dan istrinya mengangguk.,mengiyakan sambil tersenyum. sunggingan senyum itu merupakan harapan untuk mengembalikan suasana awal pernikahan mereka dulu. Suami istri itu, terutama sang istri , menginginkan saat saat sebelum anak2 mereka lahir satu persatu.

"Kalau sudah selesai langsung pulang. adek nunggu dirumah, kita makan bareng."

"Insya Allah."

Sang suami berangkat dgn dilepas sang istri. Lambaian tangan dan sepotong senyuman mengukir wajah wajah mereka. Ketika hari merangkak petang, sang istri tlah selesai menyiapkan hidangan. Ia tata dgn semenarik mungkin. Kini ia tinggal berdandan untuk menyambut suaminya pulang. Ternyata sampai larut malam, sang suami blm juga pulang. Dengan kekesalannya sang istri merebahkan tubuhnya disofa. Namun, tak lama kemudian ia tertidur.

Ia terbangun ketika tangan suaminya menyentuh wajahnya. Permohonan maaf suaminya, ditanggapinya dgn acuh, yg menandakan ia marah,

"Sudah makan dek ?" Tanya sang suami

"makan aja situ sendiri !"

Sang suami tau istrinya marah. Namun, ia tetap bersikap tenang. Ia menuju meja makan.

"ayo makan bareng."

"makan aja situ sendiri !"

"Mmh, lauknya mana nih ?" Tanya suami pura2 tidak tau

"cari aja situ sendiri !"

Sang suamipun makan, Tengah malam Sang istri terbangun. Ia merasakan perutnya merintih sakit. Buru2 ia menuju meja makan.

"mas, telurnya mana ?kok habis !"

"nelur aja situ sendiri !" mereka pun tak jadi marahan. Mereka tertawa.

Kisah ini sudah lama saya dapatkan dari seoramg teman saya. Sampai sekarang masih saya mengingatnya. Menurut beliau itu kisah nyata. Dari kisah tersebut saya mengambil ibrah. Bagaimana ditengah situasi yg semestinya ditanggapi dgn ketegangan kita mampu meredam diri, bahkan melempar joke joke segar. Letupan letupan emosional bukan sesuatu yg kita nihilkan dlm keluarga kita. Tentu itu. Pada saat saat tertentu ghadhab atau marah bisa saja muncul, terlebih ketika emosi kita sangat labil. Strategi menahan diri dan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan ketenangan adlh pilihan terbaik.

Jika pasangan kalian tengah mengalami letupan emosional, bersikaplah wajar. Cobalah untuk memahaminya. Dan jgn sekali kali menyerangnya dlm situasi demikian. Yakinlah bahwa cara demikian tidak cukup membantu. ^_^
Insya Allah,,

Selasa, 10 April 2012

pelajaran hari ini..






Manakala hidupmu tampak susah untuk dijalani...

Seorang professor berdiri di depan
kelas filsafat dan mempunyai
beberapa barang di depan mejanya.

Saat kelas dimulai, tanpa
mengucapkan sepatah kata, dia
mengambil sebuah toples mayones
kosong yang besar dan mulai mengisi
dengan bola-bola golf.

Kemudian dia berkata pada para
muridnya, apakah toples itu sudah
penuh? Mahasiswa menyetujuinya.

Kemudian professor mengambil sekotak
batu koral dan menuangkannya ke
dalam toples. Dia mengguncang dengan
ringan. Batu-batu koral masuk,
mengisi tempat yang kosong di antara
bola-bola golf.

Kemudian dia bertanya pada para
muridnya, Apakah toples itu sudah
penuh? Mereka setuju bahwa toples
itu sudah penuh.

Selanjutnya profesor mengambil
sekotak pasir dan menebarkan ke
dalam toples...

Tentu saja pasir itu menutup segala
sesuatunya. Profesor sekali lagi
bertanya apakah toples sudah penuh?

Para murid dengan suara bulat
berkata, "Yaa!"

Profesor kemudian menyeduh dua
cangkir kopi dari bawah meja dan
menuangkan isinya ke dalam toples,
dan secara efektif mengisi ruangan
kosong di antara pasir.

Para murid tertawa...

"Sekarang," kata profesor ketika
suara tawa mereda, "Saya ingin
kalian memahami bahwa toples ini
mewakili kehidupanmu."

"Bola-bola golf adalah hal-hal yang
penting - Tuhan, keluarga, anak-anak,
kesehatan, teman dan para
sahabat. Jika segala sesuatu hilang
dan hanya tinggal mereka, maka
hidupmu masih tetap penuh."

"Batu-batu koral adalah segala hal
lain, seperti pekerjaanmu, rumah
dan mobil."

"Pasir adalah hal-hal yang lainnya
- hal-hal yg sepele."

"Jika kalian pertama kali memasukkan
pasir ke dalam toples," lanjut
profesor, "Maka tidak akan tersisa
ruangan untuk batu koral ataupun
untuk bola-bola golf. Hal yang sama
akan terjadi dalam hidupmu."

"Jika kalian menghabiskan energi
untuk hal-hal sepele, kalian tidak
akan mempunyai ruang untuk hal-hal
yang penting buat kalian"

"Jadi..."

"Berilah perhatian untuk hal-hal
yang kritis untuk kebahagiaanmu.
Bermainlah dengan anak-anakmu.
Luangkan waktu untuk check up
kesehatan.

Ajak pasanganmu untuk keluar makan
malam. Akan selalu ada waktu untuk
membersihkan rumah, dan memperbaiki
mobil atau perabotan."

"Berikan perhatian terlebih dahulu
kepada bola-bola golf - Hal-hal
yang benar-benar penting. Atur
prioritasmu. Baru yang terakhir,
urus pasir-nya."

Salah satu murid mengangkat tangan
dan bertanya, "Kalau Kopi yg
dituangkan tadi mewakili apa?"

Profesor tersenyum, "Saya senang
kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan
kepada kalian, sekalipun hidupmu
tampak sudah begitu penuh, tetap
selalu tersedia tempat untuk
secangkir kopi bersama sahabat"